BEKASI.WAHANANEWS.CO — Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arief Rahman Hakim menyatakan optimistis realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi pada Tahun Anggaran 2026 dapat mencapai sekitar 90 persen hingga akhir tahun.
Optimisme tersebut didasarkan pada mulai meningkatnya penerapan sistem digitalisasi serta komitmen sejumlah wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya.
Baca Juga:
Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Pelaku Penyiksaan Perempuan di Bandung
Hal itu disampaikan saat menggelar Jaring Aspirasi (Reses) II Tahun 2026 di wilayah RW 03, Kampung Bulak Macam, Harapan Jaya, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, hingga pertengahan tahun 2026, capaian pendapatan daerah masih berada pada kisaran 30 persen. Namun angka tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar mengingat proses pelaksanaan anggaran masih berjalan.
"Saat ini masih pertengahan tahun, sehingga belum bisa disimpulkan terjadi defisit. Kami di Komisi III terus melakukan monitoring terhadap perkembangan pendapatan daerah. Saya optimistis hingga akhir tahun realisasi PAD bisa mencapai sekitar 90 persen," tegas Arief kepada awak media.
Baca Juga:
Batas Pensiun Kapolri Mendadak Diubah, Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang diyakini mampu mendongkrak penerimaan daerah adalah implementasi digitalisasi dalam sistem pemungutan pajak daerah. Selain itu, Komisi III bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga terus melakukan pengawasan terhadap para wajib pajak, khususnya sektor perhotelan.
Menurutnya, hasil monitoring menunjukkan sejumlah hotel mulai menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kewajiban perpajakan kepada Pemerintah Kota Bekasi.
"Kami bersama Bapenda telah melakukan monitoring ke sejumlah hotel. Beberapa di antaranya sudah berkomitmen untuk membayar pajak sesuai ketentuan. Ini menjadi sinyal positif bagi peningkatan pendapatan daerah," katanya.
Selain membahas pendapatan daerah, politisi asal PDI-Perjuangan itu juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses. Ia mengatakan, usulan yang paling banyak disampaikan warga masih berkaitan dengan pembangunan infrastruktur lingkungan.
Beberapa aspirasi yang telah direalisasikan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD di antaranya pembangunan U-Ditch, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta pengecoran jalan lingkungan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah titik yang belum tersentuh pembangunan karena luasnya wilayah permukiman.
"Tahun ini beberapa usulan sudah terealisasi, seperti U-Ditch, penerangan jalan, dan pengecoran jalan. Namun masih ada beberapa titik yang belum terakomodasi dan akan kami perjuangkan pada penganggaran berikutnya," jelasnya.
Ia juga menyebutkan adanya usulan pengadaan ambulans dari pengurus DKM salah satu masjid di wilayah tersebut. Usulan itu telah diajukan sejak tahun lalu dan akan terus dikawal agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.
"Kami berkomitmen mengawal seluruh aspirasi masyarakat sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata," pungkasnya.