Selain itu, mahasiswa juga menyoroti tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, belum tuntasnya persoalan TPST Bantar Gebang, perlindungan kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas, serta tingginya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kota Bekasi.
“Mereka menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi yang kami sampaikan. Namun kami akan terus mengawal prosesnya. Jika tidak ada langkah nyata, maka kami siap melakukan aksi lanjutan,” tegas Ahmad Dani.
Baca Juga:
Hadiri Purnawiyata SD Islam Baabut Taubah, Sardi Effendi Beri Pesan Ini
Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara mahasiswa dan DPRD Kota Bekasi. Bagi Sardi Efendi, kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan energi positif yang harus dijadikan bahan evaluasi dalam memperkuat fungsi pengawasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Bekasi.
“Mahasiswa adalah mitra kritis pemerintah dan DPRD. Apa yang mereka sampaikan hari ini adalah bentuk kecintaan terhadap Kota Bekasi. Tugas kami adalah memastikan setiap aspirasi yang menjadi kewenangan daerah dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sardi.