Menurutnya, petugas farmasi tidak cukup hanya mengandalkan data dalam sistem komputer, tetapi juga wajib memastikan secara fisik kondisi obat, termasuk tanggal kedaluwarsanya.
"Petugas harus memastikan data di komputer sesuai dengan kondisi fisik obat. Tanggal kedaluwarsa harus dicek kembali sebelum diberikan kepada pasien. Kalau itu dilakukan, kejadian seperti ini mestinya bisa dicegah," katanya.
Baca Juga:
Dinilai Lalai dan Bodoh! Madong Minta Kepala Puskesmas Rawa Tembaga Dicopot
Tak hanya itu, Wildan juga menilai kasus tersebut menunjukkan lemahnya manajemen dan fungsi supervisi di tingkat puskesmas. Apalagi, insiden serupa kembali terjadi dengan melibatkan puskesmas dan tenaga apoteker yang sama.
"Ini bukan hanya persoalan teknis. Ini sudah menyangkut manajemen. Artinya, pola supervisi kepala puskesmas tidak berjalan optimal. Kesalahan boleh terjadi, tetapi jangan kesalahan yang sama terulang kembali," tegasnya.***