Tetapi, dari hasil operasi laparatomi ditemukan remahan-remahan ciki pada lambung. Proses sampling dan pemeriksaan keamanan pangan masih berproses.
Proses investigasi lapangan ke lokasi penjualan diketahui bahwa penjual telah berpindah lokasi karena mengikuti event pasar malam.
Baca Juga:
Setelah 26 Tahun, Wajah Jalan Juanda dan Pasar Baru Bekasi Dipoles
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, dr. Ryan Bayusantika mengatakan, kejadian ini kemungkinan ada sisa nitrogen cair terminum.
Ia berharap, masyarakat lebih berhati-hati, pasalnya makanan yang mengandung cairan nitrogen berbahaya bagi anak-anak.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Jawa Barat pun akan terus mengkaji kemungkinan larangan peredaran makanan bernitrogen cair, dan akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk meningkatkan kewaspadaan atas konsumsi cikbul oleh anak-anak.
Baca Juga:
Tekan Risiko Kanker, Pemkot Bekasi-Siloam Hadirkan Skrining Gratis bagi Ribuan Perempuan
Kementerian Kesehatan RI melalui surat No. SR. 01.07/111/5/67/2023 meminta rumah sakit dan Dinas Kesehatan di daerah untuk melapor ke Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan jika menemukan kasus keracunan jajanan berasap akibat dicampur nitrogen cair.[mga]