Sementara bagi siswa non-Muslim, kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
"Seperti biasa, cuma lebih meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan bagi siswa yang beragama muslim. Ada kegiatan-kegiatan kerohanian seperti Tadarus dan lain sebagainya," jelasnya.
Baca Juga:
Soal Program Smart School Rp25 Ribu per Siswa dari Dana Bos, Disdik Nias Barat: Itu Tidak Benar
Adapun untuk jam masuk dan pulang sekolah, Warsim menyebut bahwa pengaturan teknis akan diserahkan kepada masing-masing sekolah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
“Nanti itu sekolah yang mengatur, kita secara garis besar,” pungkasnya.