Ia menambahkan bahwa, forum nasional seperti ini menjadi ruang belajar bersama untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring kerja sama lintas daerah, serta memperjuangkan aspirasi wakil kepala daerah dalam sistem pemerintahan yang lebih kuat dan terstruktur.
”Wakil kepala daerah memiliki peran penting dalam isu-isu strategis seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga percepatan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Baca Juga:
Pelantikan Pengurus Percasi Sumedang 2026–2030, Kadisparbudpora Dorong Prestasi hingga Tingkat Nasional
Harris juga menekankan pentingnya Munas ASWAKADA sebagai sarana konsolidasi dan penyusunan strategi kolektif dalam merancang arah pembangunan daerah secara profesional.
“Munas ini bukan sekadar ruang diskusi bersama, tetapi merupakan wadah untuk mengatur strategi dalam membentuk arah pembangunan daerah yang lebih kolektif dan profesional,” tambahnya.
Ia berharap, ASWAKADA ke depan mampu menjadi mitra aktif pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan publik yang berdampak langsung kepada daerah, serta menjadi jembatan komunikasi yang kuat antara pusat dan daerah.
Baca Juga:
Gelar Razia,Satres PPA dan PPO Polres Tanah Karo Angkut 18 Orang Pria dan Wanita dari Penginapan.
“Semoga sinergi antarpemerintah daerah semakin erat dan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inklusif serta responsif terhadap tantangan zaman,” tutup Wakil Wali Kota Bekasi.
Adapun diketahui, agenda Munas ASWAKADA I meliputi pembahasan legalitas organisasi, penyusunan program kerja nasional, serta deklarasi konsolidasi wakil kepala daerah se-Indonesia.