BEKASI.WAHANANEWS.CO — Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan harga menjadi Rp16.250 per 10 Juni 2026 setelah sebelumnya diharga Rp12.300.
Berdasarkan pantauan di SPBU 34.171.29 yang terletak di Jalan Baru, Bekasi Timur Kota Bekasi pada Rabu (10/6/2026), kondisi antrian SPBU masih mengekor dijalur Pertalite (RON 90), namun, terjadi antrian minim dijalur Pertamax.
Baca Juga:
Harga BBM Terbaru di Semua SPBU RI Berlaku 11 Mei 2026, Sell V-Power Diesel Rp30.890/Liter
Salah seorang warga pengguna kendaraan motor yang mengisi BBM jenis Pertamax, Budi (51) mengaku tidak terkejut dengan adanya kenaikan BBM non-subsidi tersebut.
“Ah! Udah gak kaget lah (red:harga BBM naik). Suka-suka yang disana saja (red:Pemerintah). Lagian saya gak isi Pertamax setiap hari. Ini ngisi Pertamax karna males antri dijalur Pertalite,” ujar Budi.
Masih di lokasi yang sama, Septian (39) pengendara roda empat yang turut mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertamax mengungkapkan hal serupa.
Baca Juga:
Aksi Brutal Pemobil Lempar Stik Pembatas ke Pegawai SPBU di Cileungsi Viral
“Pasrah ajalah! Selama masih kebeli Pertamax. Kan dari awal emang udah tau kalo ini (red:Pertamax) non-subsidi. Ini masih hari pertama juga. Gak tau juga sih kalo kedepannya gimana. Mudah-mudahan masih terus dikasih rejeki yang cukup,” ungkap Septian.
Sebagai informasi, berdasarkan keterangan pers Pertamina yang dirilis pada Selasa (9/6/2026), mulai 10 Juni 2026 harga BBM non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.
Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diputuskan berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator, dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.