JABAR.WAHANANEWS.CO — Tepat setahun setelah tragedi maut dalam Pesta Rakyat di Pendopo Kabupaten Garut yang menewaskan tiga orang, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jabar Menggugat (AMPJM) menggelar aksi damai di depan Mapolda Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Massa mendesak kepolisian segera memberikan kepastian hukum atas penanganan perkara yang hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca Juga:
PLN Ajak Masyarakat Bermain Layang-Layang dengan Aman Jauh dari Jaringan Listrik
Koordinator aksi, M.F. Akbar, mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban sekaligus mengingatkan agar kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, keluarga korban masih menunggu kepastian hukum atas tragedi yang terjadi saat pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Pendopo Kabupaten Garut pada 18 Juli 2025.
"Kami ingin mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tragedi Pesta Rakyat Garut yang menewaskan tiga orang. Sampai hari ini masyarakat, khususnya keluarga korban, masih menunggu kepastian hukum," ujar Akbar.
Baca Juga:
Musim Kemarau Tiba, PLN Garut Imbau Warga Tak Bermain Layang-Layang Dekat Jaringan Listrik
Sebelum menggelar aksi, AMPJM mengaku melakukan observasi selama sepekan di Garut dengan menemui keluarga korban meninggal maupun korban luka.
Dari hasil tersebut, kata Akbar, para korban berharap proses hukum terus berjalan hingga tuntas.
Dalam pernyataan sikapnya, AMPJM menilai penanganan perkara
berjalan lambat meski telah dilimpahkan dari Polres Garut ke Polda Jawa Barat.