BEKASI.WAHANANEWS.CO — Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi bersama jajaran Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan monitoring kesiapan pematangan lahan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan ground breaking Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Sumurbatu di kawasan Ciketing Udik, Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Dinas Komisi II DPRD Kota Bekasi Nomor 51/Kunker_Kom.II tanggal 29 Juni 2026 terkait pengawasan kesiapan lahan pembangunan proyek strategis daerah.
Baca Juga:
Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya Jadi Lokasi PSEL PSN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kota Masa Depan Harus Bebas Krisis Sampah
Monitoring dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi II Latu Har Hary, Wakil Ketua Komisi II Yenny Kristianti, Sekretaris Komisi II Evi Mafriningsianti, Anggota Komisi II H. Anton dan Saifudaullah, serta Anggota DPRD Kota Bekasi Daerah Pemilihan III Agus Rohadi dan Doddy Sukmawirawan.
Monitoring juga melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.
Baca Juga:
Tiga Proyek Sampah Jadi Listrik Masuk PSN, Bekasi hingga Denpasar Jadi Tahap Awal
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing perangkat daerah memaparkan perkembangan pematangan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga langkah-langkah teknis yang tengah dilakukan menjelang dimulainya pembangunan.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi menegaskan bahwa DPRD berkomitmen mengawal seluruh proses pembangunan proyek strategis daerah agar berjalan sesuai perencanaan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"PSEL Sumurbatu merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi. Karena itu, kami ingin memastikan setiap tahapan persiapan, khususnya pematangan lahan, berjalan optimal dan sesuai target," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan koordinasi antarperangkat daerah berjalan efektif sehingga tidak ada hambatan yang dapat mengganggu proses pembangunan.
"Fungsi pengawasan DPRD adalah memastikan kesiapan seluruh aspek pendukung pembangunan, mulai dari kondisi lahan hingga kesiapan infrastruktur. Dengan koordinasi yang baik, kami berharap proses ground breaking dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan," katanya.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, DPRD Kota Bekasi berharap seluruh tahapan persiapan pembangunan PSEL Sumurbatu dapat segera diselesaikan sehingga proyek dapat memasuki fase konstruksi sesuai target.
Kehadiran PSEL diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi ramah lingkungan melalui konversi sampah menjadi energi listrik, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Bekasi yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.***